Launching MBG di Kecamatan Wawonii Selatan, Bupati Konkep Harapkan Ekonomi Lokal Dapat Meningkat

Literasi Sultra - Informasi Sultra Untuk Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026, Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T12:32:12Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Konkep, Literasisultra.com - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) kembali melaunching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertempat di SMPN 1 Wawonii Selatan.


Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Bupati Konkep, Rifki Saifullah Razak,ST di dampingi Wakilnya Muhamad Farid,SE, Ketua DPRD Konkep, Ishak SE, dan turut dihadiri oleh para Kepala OLD, Staf Ahli, serta Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Konkep. 

Sebelumnya, Bupati Konkep telah melaunching SPPG dan MBG di Desa Langkowala Kecamatan Wawonii Barat pada Rabu, (12/2/2026) di SDN 2 Wawonii Barat. Hari ini merupakan titik kedua yang bertempat di Desa Sawapatani Kecamatan Wawonii Selatan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah unit layanan yang dibentuk untuk mendukung distribusi makanan bergizi sesuai standar, yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Bupati Konkep, Rifki Saifullah Razak,ST mengatakan, Program MBG merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan gizi.

“Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,”ujarnya saat menyampaikan sambutannya.

Peresmian Dapur MBG ini, menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan proses pengolahan makanan bergizi dilakukan secara higienis, terstandar, dan berkelanjutan. Selain itu, dapur MBG akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang akan di distribusikan kepada sasaran program di wilayah sekitarnya.

Ia berharap, pemenuhan pangan untuk menjalankan program MBG harus memprioritaskan pangan lokal agar petani mendapatkan pasaran yang jelas sehingga ekonomi masyarakat juga dapat meningkat.

”Saya harap, keberadaan Dapur MBG ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui pemberdayaan masyarakat sekitar,”pungkasnya.

Dengan diluncurkannya program MBG ini, Pemkab Konkep optimistis upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat tercapai secara lebih optimal.

Sementara itu, Ketua SPPG Kecamatan Wawonii Selatan, Faisal,S.Pd.,M.Pd dalam wawancaranya mengatakan, saat ini, jumlah penerima manfaat diminggu pertama sebanyak 1.070 paket MBG yang tersebar di seluruh Sekolah di wilayah Kecamatan Wawonii Selatan.

"Untuk minggu ini target kita sebanyak 1.070 paket, dan kedepannya akan terus bertambah sampai 1.594 paket," ungkapnya saat dihubungi melalui WatsApp.

Disebutnya, sasaran penerima manfaat pada program MBG ini yaitu dari Siswa tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, adapula non peserta didik diantaranya Ibu Hamil, Ibu menyusui dan Anak Balita.

Ia menuturkan, program MBG bukan sekadar makanan gratis, melainkan simbol perhatian dan harapan dari Negara. Semua pihak harus menjaga agar makanan bergizi itu benar-benar menjadi sumber energi dan kebahagiaan, bukan sumber kekhawatiran agar tak menjadi program yang mencemaskan.

”Program MBG pun terus berjalan, dengan memberi makan dengan sepenuh hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban. Karena bagi anak-anak bangsa, setiap suapan bergizi adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.

Penulis : Hendrawan


Komentar

Tampilkan

Terkini