Gelar Sosialisasi Kosumsi Pangan B2SA, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas

Literasi Sultra - Informasi Sultra Untuk Indonesia
Selasa, 25 November 2025, November 25, 2025 WIB Last Updated 2025-11-25T13:07:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Konkep,Literasisultra.com - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan sosialisasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di SDN 7 Wawonii Tengah Desa Tumbu-Tumbu Jaya, Selasa, (25/11).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kendari, Sri Yunanci Van Gobel,SST, MPH dan Nur Fatimah Sari, S.Tr.Gz dari Dinas Kesehatan Konkep, serta Ketua TP-PKK Ucha Nidhya Ramadhani Rifki,S.Pd.

Kegiatan itu dimulai sejak pukul 08.00 WITA yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konkep, Muhamad Farid, SE dan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketapang, Marten Hurusani, dan beberapa OPD lainnya serta pengurus TP-PKK Konkep, Guru dan Siswa SDN 7 Wawonii Tengah.

Wakil Bupati Konkep, Muhamad Farid,SE dalam sambutannya mengatakan, masa anak-anak dan remaja merupakan masa emas pertumbuhan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga sehat tangguh dan berakhlak mulia.

"Sayangnya, hingga saat ini kita masih dihadapkan pada tantangan 'triple gorden of malnutrition' yaitu masih adanya kekurangan gizi, kelebihan gizi (obesitas) dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. hal ini sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi dan pemahaman tentang pangan yang baik," ungakapnya saat membuka kegiatan tersebut.

Olehnya itu, diharapkan konsep B2SA hadir sebagai solusi dan tak hanya sekedar slogan melainkan sebuah paduan praktis. ia menjelaskan, yang dimaksud dengan konsep Beragam yaitu konsumsi aneka ragam pangan untuk memastikan kecukupan semua jenis zat gizi.

Selanjutnya, Bergizi yaitu memilih pangan yang kaya akan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kemudian, Seimbang ialah mengonsumsi pangan dalam proporsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terakhir, Aman ialah memastikan pangan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya dan cemaran biologis kimia maupun fisik.

"Penerapan konsep B2SA dimulai dari hal yang sederhana yakni dari bekal makanan yang kalian bawa dari rumah, sebuah bekal yang tidak hanya lezat di mata tetapi juga penuh gizi untuk mendukung konsentrasi belajar dan energi kalian saat beraktivitas sepanjang hari, hindari jajanan yang kurang sehat yang tinggi gula garam dan lemak," ujar eks Legislatif Konkep dia periode itu.

Ia menyampaikan, Pemkab Konkep berkomitmen penuh untuk mendukung program ini melalui sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan.

"Kita akan terus mendorong terciptanya kawasan tanpa jajanan tidak sehat di Sekolah dan menggalakkan program 'One Day No Rice' atau hari tanpa Nasi dengan diverifikasi pangan lokal," tandanya.

"Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk bergerak bersama untuk menciptakan generasi penerus Kabupaten Kepulauan yang cerdas, energik dan sehat," pungkasnya.

Sementara itu, Sri Yunanci Van Gobel,SST, MPH dalam pemaparannya menekankan pentingnya penerapan pola makan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak atau masyarakat secara umum dengan memanfaatkan potensi sumber daya pangan lokal.

"Dengan penerapan B2SA ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan makanan pokok, sekaligus mendorong anak-anak untuk mengenal, dan mengonsumsi produk pangan lokal yang sehat dan bergizi," Jelasnya.


Penulis : Hendrawan


Komentar

Tampilkan

Terkini