Langara, Literasisultra.com - Ketua Tim Pembinaan (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja dan pembinaan terpadu Posyandu di Balai Desa Tanjung Batu, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada Rabu, (4/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Arinta didampingi oleh Wakil Ketua TP Posyandu, Ratna Lada Hugua, serta jajaran tim pembina provinsi. Hadir dalam kegiatan ini Sekertaris Daerah, Ir.H.Cecep Trisnajayadi,MM, Ketua dan Wakil Ketua TP Posyandu Konkep, unsur Forkopimda, staf ahli, pimpinan OPD, kepala desa, serta para Kader Posyandu dan masyarakat setempat.
Bupati melalui Sekda Konkep, H. Cecep Trisnajayadi dalam sambutannya menjelaskan Visi Pemkab Konkep 5 tahun kedepan ialah Wawonii Emas (Ekonomi Maju, Adil, Sejahtera) Berkelanjutan Tahun 2030 yang bakal di implementasikan melalui delapan strategi Gerakan Membangun (Gerbang) Wawonii Emas.
"Delapan Gerbang Wawonii Emas itu meliputi Gerbang Wawonii Sehat Untuk Semua, Gerbang Wawonii Cerdas Berkeadilan, Gerbang Wawonii Beribadah, Gerbang Wawonii Produktif, Gerbang Wawonii Peduli Masalah Sosial, Gerbang Wawonii Berbudaya, Gerbang Wawonii Peduli Birokrasi dan Pelayanan Publik serta Gerbang Wawonii Peduli Keberlanjutan Lingkungan,"terangnya.
Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan Gerbang Wawonii Sehat untuk semua memiliki program unggulan penempatan satu bidan dan satu perawat setiap desa serta gebrak pelayanan kesehatan keluarga.
Selanjutnya Gerbang Wawonii Cerdas Berkeadilan ialah menyalurkan bantuan beasiswa mahasiswa, peserta pendidikan Hafiz Alquran, dan ASN lingkup Pemda Konkep serta pemberian pakaian dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMP.
Kemudian, Gerbang Wawonii Beribadah ialah gerakan ASN bersedekah, dan Gerbang Wawonii produktif dengan program unggulan pengembangan petani milenial, nelayan milenial, pelaku usaha milenial, dan usaha pemberdayaan ekonomi perempuan kepala keluarga.
"Adapun Gerbang Wawonii Peduli Masalah Sosial dengan unggulan pembentukan kelompok-kelompok peduli masalah sosial di tingkat desa kelurahan. Sementara Gerbang Wawonii Berbudaya di implementasikan dengan pembentukan Lembaga Adat Wawonii," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, Gerbang Wawonii Peduli Birokrasi dan Pelayanan Publik memiliki program unggulan Desa cerdas dan Kantor cerdas. Terakhir, Gerbang Wawonii Peduli Keberlanjutan Lingkungan memiliki program unggulan gerakan bersih-bersih lingkungan dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Konkep, Ucha Nidya Ramadhani Rifki,S.Pd memaparkan, secara umum, jumlah Posyandu aktif di Kabupaten Konkep sebanyak 96 unit dengan jumlah kader sekitar 960 orang, jumlah Balita 2059 orang, Ibu hamil 895 orang, serta Ibu menyusui 889 dan jumlah KK 13.960.
Ia pula menjelaskan, cakupan penimbangan balita sebesar 77,60 persen, pelayanan ibu hamil sebesar 97,52 persen, akses air bersih sebesar 55,54 persen, dan cakupan akses sanitasi layak sebesar 77,55 persen.
"Selain itu, di Kabupaten Konawe Kepulauan secara umum masih memiliki Rumah tidak layak huni sebanyak 2993, serta preferensi stunting yang masih cukup tinggi yakni 26.15 persen dan Angka kemiskinan yang masih mencapai 15.54 persen," paparnya.
Sementara Desa Tanjung Batu itu sendiri, Kata Ucha, memiliki jumlah Balita sebanyak 72 orang, jumlah Ibu hamil 4 orang, dan jumlah kepala keluarga sebanyak 194. Selain itu, jumlah RTLH sebanyak 61 Rumah, jumlah kasus kekurangan gizi pada Balita sebanyak 5 orang.
Olehnya itu, untuk meningkatkan cakupan pelayanan posyandu perlu dilakukan kolaborasi antar kegiatan Posyandu yang disertakan dengan kegiatan ekonomi masyarakat yang disebut dengan Posyandu pasar mini.
Selain itu, pelayanan Posyandu untuk anak akan lebih efektif dilakukan sebelum anak mendapatkan imunisasi lengkap saat usianya masih di bawah tiga tahun (Batita) atau sebelum bersekolah di PAUD/TK.
"Sementara untuk anak yang berumur 3 tahun ke atas yang telah bersekolah di PAUD/TK bila memungkinkan di lakukan integrasi Posyandu dengan Paud atau TK agar kegiatan Posyandu cakupannya dapat diperluas tak hanya monoton di Pos Posyandu,"pintanya.
Demi mendukung program Pemkab Konkep yakni Wawonii Sehat dengan program unggulan gebrak layanan kesehatan keluarga, maka para Kader Posyandu setiap Desa akan melakukan program gebrak stunting bersama TP-PKK Desa dan petugas kesehatan.
"Hal ini dilakukan agar para kader bersama petugas kesehatan di setiap Desa dapat berperan aktif dalam mencegah atau menurunkan gejala stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan,"tuntasnya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Sultra, diberlakukannya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024 Perubahan Undang-undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Posyandu mengalami transformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang tidak hanya melayani bidang kesehatan, tetapi juga melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan kemasyarakatan.
Selain itu, arahan penataan posyandu sebagai lembaga masyarakat dan desa juga termaktub di dalam Permendagri No 13 tahun 2024 tentang Posyandu yang mewajibkan untuk melaksanakan 6 standar pelayanan minimum (SPM) Posyandu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di tingkat desa/kelurahan.
"Enam standar minimum itu diantaranya, Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat," jelasnya.
Tujuannya adalah menjadikan posyandu sebagai pusat layanan publik terpadu yang lebih komprehensif, efisien, dan merespons kebutuhan nyata warga, didukung regulasi seperti Permendagri No. 13 Tahun 2024.
Olehnya itu, ia menekankan penerapan 6 SPM posyandu wajib Segera dilaksanakan karena dapat berimplikasi terhadap integrasi pelayanan lintas sektor
"Dengan enam bidang SPM Posyandu menjadi lokasi integrasi pelayanan lintas sektor, artinya bukan hanya tenaga kesehatan dan kader gizi yang terlibat tetapi juga sektor Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan, Keamanan, dan Trantibum dan sosial. Hal ini sangat memungkinkan pelayanan Posyandu yang lebih baik lagi,"pungkasnya.
Ia menambahkan, dengan penerapan enam SPM juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks serta mendorong efisiensi dan keberlanjutan pembangunan Desa/Kelurahan di Kabupaten Konawe Kepulauan.
"Semoga kegitatan pengelolaan dan pembinaan terhadap posyandu dapat berlangsung optimal, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat kita wujudkan bersama," harapnya.
Dipenghujung acara, TP Posyandu Sultra menyerahkan Bantuan Sumur Bor, Jamban Sehat, dan Alat Kesehatan dalam menunjang kegiatan Posyandu di Desa Tanjung Batu.
Penulis : Hendrawan
.png)
.png)

.png)





.png)