Konkep, Literasisultra.com - Kementrian Komunukasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melakukan pendampingan kesiapan digital di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara, di Aula Kantor Badan Keuangan Daerah, Selasa, (3/3/2026).
Pendanpingan tersebut, merupakan kolaborasi antar Direktorat Teknologi Akseslerasi Pemerintah Digital Daerah Komdigi Republik Indonesia dan Universitas Gajah Mada untuk melakukan asesmen pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Kabupaten Konkep.
Pemkab Konkep menyambut baik dan penuh rasa terimakasih mendalam pada pihak Komdigi yang telah memilih Kabupaten Konkep sebagai daerah perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjadi lokus kegiatan pendampingan kesiapan digital.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Konkep Rifki Saifullah Razak,ST melalui Wakil Bupati, Muhamad Farid,SE saat menyampaikan sambutan pembukaan kegitan pendampingan kesiapan digital tersebut.
"Kami bangga dan terharu sekali di daerah yang masih berusia 12 tahun ini tetapi telah menjadi sasaran perhatian pemerintah pusat semoga kegiatan kemitraan seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan di masa mendatang,"ujarnya.
Disebutnya, kegiatan pendamping ini merupakan pendekatan terbaik dan tepat yang dilakukan oleh pihak Komdigi guna menjadikan implementasi sistem pemerintah berbasis elektronik lebih baik bahkan lebih sempurna.
Ia berharap, seluruh stakholder yang terlibat sebagai peserta dalam kegiatan pendampingan tersebut dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh terutama dalam penyajian data dan informasi yang relevan sebagai penunjang suksesnya pelaksanaan kegiatan pendampingan ini.
"Saya harap setiap OPD dapat mengikuti dengan saksama dan mengambil ilmu dari kegiatan ini, dan diharapkan kegiatan ini berjalan dengan sukses sesuai yang diharapkan," pintanya.
Tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Konkep, Jamhur Umirlan mengatakan, kegiatan ini merupakan buah dari hasil pertemuannya dengan Direktur Direktorat Teknologi Akseslerasi Pemerintah Digital Daerah Komdigi Republik Indonesia pada bulan September 2025 lalu.
"Kegiatan ini diperebutkan oleh seluruh daerah, dan Alhamdullilah tahap satu ini Ada lima daerah di masing masing provinsi dan Kabupaten Konawe Kepulauan adalah salah satunya dan satu satunya di Sulawesi Tenggara," tuntasnya.
Sementara itu, Tim Asesmen Pendampingan Kesiapan Digital, Dr. Supia Yuliana mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak hal untuk melakukan transformasi mendekatkan diri tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Namun, meski upaya itu telah dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam penerapannya menunjukkan bahwa di Indonesia masih juga terdapat daerah yang memiliki kesenjangan yang sangat signifikan terkait penerapan SPBE.
"Olehnya itu, Komdigi mendorong akselerasi supaya gate ini dapat diatasi supaya apa? supaya seluruh masyarakat Indonesia itu bisa menikmati pelayanan publik yang lebih baik,"pungkas Dosen UGM tersebut.
Melalui program ini, pihaknya bakal melakukan asesment untuk mengukur bagaimana kesiapan digitalisasi setiap daerah apalagi di dalam konteks perencanaan pembangunan yang baru, mengingat SPBE bakal diganti dengan indeks pemerintah digital.
"Secara filosofi indeks pemerintah digital itu adalah mengukur dampak langsung sistem digital kepada masyarakat, artinya bukan sekadar pengadaan aplikasi dan peralatan tetapi bagaimana hal tersebut betul-betul berdampak langsung kepada masyarakat,"jelasnya.
Kata dia, dengan penerapan sistem tersebut, Pemerintah Daerah dapat mengukur kepuasan masyarakatnya terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah daerah itu sendiri.
"Ketika kita mengarah kepada kepuasan masyarakat, tidak boleh hanya menitik bertatkan pada Dinas Kominfo, tetapi menjadi pekerjaan bersama seluruh OPD dan pihak swasta dan lain sebagainya," ucapnya.
Implementasi SPBE itu juga dipengaruhi dari bagaimana pemerintah yang memiliki orientasi secara khusus kepada transformasi digital. Menurutnya, transformasi digital harus memiliki keputusan bijak yang harus diambil oleh pimpinan sehingga itu dapat berkontribusi langsung ke dalam peningkatan indeks itu sendiri.
"Kami pasti akan meminta penjelasan yang jujur lalu kemudian hasil dari asesment ini nanti akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah kabupaten Konkep, sehingga akselerasi yang ingin kita capai itu dengan sungguh-sungguh,"tuntasnya.
Penulis : Hendrawan
.png)
.png)

.png)





.png)