Kerap Terjadi Pemadaman Lampu, KAHMI Konkep Pertanyakan Komitmen PLN

Literasi Sultra - Informasi Sultra Untuk Indonesia
Kamis, 19 Maret 2026, Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-19T11:22:12Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Ketgam; Sekum KAH MI Konkep Ajad Sudrajat,SH. Foto; Istimewa


KONKEP, Literasisultra.com - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menyoroti polemik pemadaman listrik yang kerap terjadi khususnya pada wilayah Kecamatan Wawonii Utara, Kecamatan Wawonii Tenggara, hingga ke Kecamatan Wawonii Tengah tanpa pemberitahuan pada masyarakat.

Sekertaris umum KAHMI Konkep, Ajad Sudrajat,SH mengatakan, hal ini tak lagi dapat di anggap sebagai gangguan teknis semata, akan tetapi lebih mengarah ke pelayanan yang kurang serius dilakukan oleh pihak PLN Unit Langara kepada masyarakat.

“Jika alasan yang terus disampaikan adalah kerusakan mesin, maka pertanyaannya sederhana, di mana langkah konkret perbaikan jangka panjangnya? Jangan sampai alasan yang sama terus diulang tanpa solusi yang jelas,” tegas Ajad, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai, ketiadaan informasi sebelum terjadinya pemadaman merupakan bentuk kelalaian dalam pelayanan publik. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya terhadap peralatan elektronik milik warga.

Lebih lanjut, Ajad mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, masyarakat memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, serta informasi yang benar, jelas, dan jujur dalam penggunaan jasa.

“Dalam hal terjadi kerugian akibat layanan yang tidak optimal, maka penyedia jasa dalam hal ini PLN memiliki kewajiban untuk memperhatikan bentuk tanggung jawab kepada konsumen,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini menjadi semakin krusial mengingat saat ini masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa dan akan menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri, yang tentunya membutuhkan dukungan layanan kelistrikan yang stabil dan maksimal.

“Di bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat meningkat, baik untuk aktivitas ibadah maupun kebutuhan rumah tangga. Karena itu, pelayanan yang tidak optimal justru sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tambahnya.

Ajad mendorong agar PLN Unit Langara tidak hanya fokus pada penanganan sementara, tetapi segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan yang ada, guna mencegah terulangnya pemadaman secara terus-menerus, khususnya di momen penting seperti saat ini.

Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik harus dijaga melalui transparansi, responsivitas, dan komitmen nyata dalam peningkatan kualitas layanan.

“Kami berharap ada langkah konkret dan terukur dari pihak PLN. Pelayanan listrik ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.


Penulis : Rls

Komentar

Tampilkan

Terkini